Memilih Landak Mini yang sehat


Sebelum kita mengadopsi, hendaklah kita tahu ciri-ciri landak mini yang sehat, seperti :

  • Matanya baik, bulat, bercahaya, terbuka lebar dan bersinar tanpa cairan
  • Hidungnya bersih, tidak berair atau tidak kering kusam
  • Telinganya pendek, bersih tanpa ada kotoran atau lapisan kerak di belakangnya
  • Bulu pada perutnya halus dan tidak kusut ataupun berkerak
  • Tidak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan (berat rata-rata landak dewasa 250 – 600 gram)

Pakan Landak Mini


Pakan landak mini yang utama adalah yang mengandung protein diatas 30% karena landak mini di alamnya memakan serangga yang mengandung protein tinggi.

Pakan alami yang dapat diberikan kepada landak mini adalah berbagai jenis serangga dan binatang kecil seperti jangkrik, belalang, kodok, siput, ulat, ular, telur burung, dll. Bahkan landak mini di alamnya juga terkadang memakan buah-buahan seperti melon, semangka, berri, dll. Biasanya peternak maupun hobiis landak mini memberikan ulat hongkong / ulat jerman sebagai snack untuk landak mini mereka. Pakan alami ini bisa diberikan 1-2 minggu sekali.

Pakan utama landak mini sebagai hewan peliharaan adalah Cat Food atau Dog Food. Hal ini karena sulitnya mencari pakan alami untuk landak mini, dan harganya pun cukup terjangkau. Namun, pemilihan CF / DF yang tepat juga mempengaruhi perkembangan landak mini.

Kalau ingin memelihara landak mini dengan biaya yang murah, anda bisa menggunakan pelet homemade sebagai pakan utama karena harganya relatif jauh lebih murah dari CF / DF.

Persiapan Mengadopsi Landak Mini


Kandang landak Mini

Kandang landak mini sebaiknya disesuaikan dengan ukuran tubuh landak mini, jangan terlalu kecil karena akan menyulitkan landak mini untuk bergerak.

Ukuran kandang landak mini menurut kami setidaknya berukuran minimal 40 x 30 x 30, ini ukuran yang cocok untuk memelihara 1 ekor landak mini.

Kandang landak mini harus berukuran tinggi minimal 30cm, hal ini disebabkan oleh kebiasaan landak mini yang suka menjelajah, ukuran tinggi dibawah 30cm bisa memudahkan landak mini untuk memanjat keluar kandang.

Bahan pembuatan kandang landak mini ada yang membuatnya dari kayu / triplek, tapi yang harus diperhatikan untuk membuat kandang dari bahan ini adalah triplek yang digunakan harus yang tebal, agar air minum yang tumpah atau air seni landak mini tidak membuat kandang rusak karena lembab.

Biasanya yang digunakan untuk memelihara landak mini adalah akuarium, banyak orang yang menggunakan akuarium bekas ikan atau hamster untuk memlihara landak mini.

Yang paling praktis adalah menggunakan box container sebagai kandang landak mini karena mudah dibawa-bawa, membersihkannya cukup mudah.

Semua bahan yang digunakan pada dasarnya baik, tergantung selera anda, banyak juga yang mengkombinasikan bahan-bahan tersebut, yang penting landak anda merasa nyaman berada di dalamnya.

 

 

 

 

 

Mengenal perilaku Landak Mini


Kita juga perlu mengenal perilaku apa saja yang menjadi kebiasaan landak mini, diantaranya :

  • Membola                                            : Takut
  • Duri tegak di sekujur tubuh        : Takut / marah
  • Duri tegak di kepala                        : Berjaga-jaga
  • Duri rebah di sekujur tubuh        : Merasa aman dan tenang
  • Annointing                                          : Adaptasi dengan bau lingkungan sekitar dengan mengeluarkan busa
  • Berlari mengelilingi kandang       : Landak sedang aktif dan membutuhkan tempat yang luas

Mengenal suara landak


Kita perlu mengenal suara-suara yang dikeluarkan oleh landak mini, diantaranya adalah :

  • Mendengkur                  : Landak mini merasa nyaman
  • Mendesis                         : Landak mini marah / takut
  • Meng-klik (ngeklik)     : Landak mini marah dan mengancam
  • Bersiul (nguik-nguik)  : Landak mini jantan menggoda betina (pedekate)

Cara Merawat Indukan yang hamil


Beberapa cara untuk merawat indukan landak mini yang sedang hamil yaitu :

  • Catat tanggal pisah kawin dan hitung waktu kelahiran yaitu paling lama 40 hari setelah dipisahkan dari sang jantan. Hal ini bertujuan agar kita tahu kapan landak mini akan melahirkan anaknya. Apabila pada waktu yang ditentukan sang betina belum melahirkan, biasanya kami menunggu 1 minggu setelahnya untuk kembali dikawinkan dengan jantan.
  • Letakkan indukan yang sedang hamil di tempat tenang dan terpisah dari yang lain untuk menghidari keributan, kami biasanya meletakkannya di kamar kosong.
  • Berikan hiding box (walaupun ini bukan merupakan syarat mutlak, akan tetapi sebaiknya hiding box perlu diberikan untuk kenyamanan landak mini betina yang sedang hamil sampai ia merawat anaknya).
  • Jangan terlalu sering mengganti serbuk, biasanya kami hanya membuang serbuk yang terkena kotoran dan basah saja, mengganti serbuk bisa menyebabkan sang induk stres, resiko terbesar adalah apabila anak sudah lahir, sang induk malas untuk menyusui anaknya sehingga dapat menyebabkan kematian.
  • Berikan makanan dengan porsi lebih. Hal ini bertujuan untuk perkembangan janin di dalam tubuh sang induk, dan memberikan nutrisi cukup selama masa kehamilan.
  • Berikan makanan dengan protein tinggi, kami memberikan protein lebih dengan memberikan ulat hongkong 5 ekor setiap hari selama masa kehamilan, dan 10 ekor tiap hari selama 3 hari sebelum kehamilan. Hal ini diperlukan agar sang induk tidak memakan anaknya pasca melahirkan. Indukan yang memakan anaknya salah satunya disebabkan karena kurang nutrisi.
  • Apabila sang induk telah melahirkan, jangan mengganti serbuk (cukup buang kotorannya saja) selama masa menyusui untuk menghindari sang induk malas menyusui anaknya, dan juga perlu diberikan ulat hongkong lebih banyak pada awal-awal masa kelahiran.